Matahari tampak
mulai terik, sudah beberapa jam yang lalu alarm hp berbunyi Eka tampak mulai
bergerak. Ya dia baru bangun. Mahasiswi perguruan tinggi swasta ini memang
punya kebiasaan buruk bangun telat dengan berbagai alasan dan alibi. Gara-gara
tugaslah, ulanganlah, kecapekan lah, dan lah lainnya. Ditambah lagi jika hari
libur, sudah bisa ditebak aktivitas terbaiknya adalah tidur dengan alibi cara menenangkan
hati, pikiran , dan jasmani adalah dengan
memejamkan mata. Tidak heran jika teman-temannya menjulukinnya ‘kebo’.
Minggu adalah
hari yang ditunggu setiap orang. Pasti. Kenapa? Karena Minggu adalah hari
dimana setiap orang bebas melakukan aktivitas apapun tanpa terbebani pekerjaan
yang biasa mereka lakukan. Mereka menanti dan menunggu hari Minggu seolah-olah
Minggu adalah hari terbaik untuk bernafas. Tanpa disangka pernyataan itu
berlaku untuk semua kecuali Eka. Ia sangat membenci hari Minggu atau hari
libur. Entah apa alasan terbaiknya. Mahasiswi jurusan hitung-hitungan ini
merasa hari Minggu adalah hari dimana ia kalah oleh dirinya sendiri dan lingkungannya.
Eka terhitung
mahasiswa yang nggak bodoh-bodoh amat dalam perkuliahannya. Dia bisa menguasai
materi dengan baik. Dia cukup berambisius. Tapi semuanya tampak tak terlihat
tatkala kepribadiannya yang tertutup. Dia
pandai menyembunyikan hatinya tanpa seorangpun tahu bahkan para sahabatnya
sekalipun. Kepribadiannya sangat mengganggunya saat ia ingin bersosialisasi. Ia
takut keluar, ia merasa semua mata tertuju padanya. Ia takut apa yang ia
lakukan, ia kenakan, ia katakan di cap buruk oleh sekitarnya.
Pernah suatu
ketika ia merasa amat tidak percaya diri. Ia tidak berani untuk keluar atau
hanya sekedar untuk membeli makan. Dan akhirnya cuman bisa berdiam diri sambil
ditemani laptop dan hp tercinta. Mereka sudah bagaikan pengganti keluarga
selama dia dikos. Betapa frustasinya, Ketika para sahabat datang menyapa dan
ingin bermain. Ia nampak gelisah tak suka kegaduhan dan keramaian tetapi ketika
para sahabatnya menghilang dengan kesibukkan masing-masing disitulah ia merasa
kesepian. Bahkan dengan orang terdekat sekalipun ia tidak percaya 100% kecuali
ayah dan ibunya.
To be continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar